Rabu, 23 Desember 2009

analisa kualitas air bersih di balikpapan


BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
            Seiring dengan semakin bertambahnya penduduk di kota Balikpapan kebutuhan akan ketersediaan air bersih juga akan semakin meningkat. Penelitian-penelitian di lakukan untuk menemukan solusi dari masalah ini. Air merupakan kebutuhan setiap makhluk hidup yang ada di muka bumi ini sehingga keberadaannya pun harus di jaga baik dari segi kuantitas maupun kualitas air tersebut.

            Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih, Pemerintah kota Balikpapan melalui PDAM ( Perusahaan Daerah Air Minum ) dan program-programnya telah berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi masalah publik ini, namun realisasinya masih banyak masyarakat yang mengeluh masalah air bersih. Ada yang mengeluh karna di rumahnya belum ada saluran PDAM, ada pula yang mengeluh karna air dari PDAM keruh, berbau, dan sebagainya. Peningkatan aktivitas industri kayu lapis, dermaga, dokapal, pertanian, permukiman penduduk, transportasi, dan lain-lainnya, selain memberikan dampak positif sebagai tempat pendapatan ekonomi masyarakat,juga memberikan indikasi adanya dampak negative,yaitu seperti berupa limbah cair dan padat (baik organik maupun non organik). Limbah cair seperti minyak hasil pembuangan dari kapal baik yang berlabuh maupun yang melakukan pengedokan kapal, begitu juga limbah cair dan padat yang berasal dari industri kayu lapis, permukiman rumah tangga , dan lain-lainnya yang dapat mencemari sumber air bersih.

            Dari uraian singkat di atas kami tertarik mengangkat masalah ini sebagai bahan penelitian kami yang kami susun dengan judul “ ANALISA KUALITAS  AIR BERSIH DI BALIKPAPAN”.

1.2     Tujuan Penelitian
            Tujuan disusunya penelitian ini yaitu:
§  Sebagai informasi bagi para pembaca, khususnya mahasiswa STT MIGAS Balikpapan.
§  Untuk Mengetahui kualitas air di Balikpapan.
§  Untuk mengetahui kualitas air sumur bor yang di kelola oleh masyarakat.

1.3     Perumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang di atas kami merumuskan masalah tersebut sebgai berikut :
§  Mengkaji tingkat kualitas air PDAM di Balikpapan.
§  Mengkaji tingkat kualitas air Sumur Bor di Balikpapan.
§  Mengkaji aspek-aspek yang berperan terhadap kualitas air bersih di Balikpapan.
§  Mengkaji tingkat kebutuhan air bersih di Balikpapan.

1.4     Hipotesa
            Dalam penelitian ini hipotesa yang kami buat adalah :
§  Kualitas air di Balikpapan masih di bawah standar.
§  Tingkat Kualitas Air Sumur Bor di Balikpapan lebih rendah dibanding dengan kualitas air PDAM Balikpapan.
§  Faktor kegiatan penduduk yang mempengaruhi kualitas air baku.
§  Faktor keterpaksaan membuat masyarakat mengkonsumsi air yang berkualitas buruk/sumur bor.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Air
            Air merupakan sumber kehidupan yang tidak dapat tergantikan oleh apa pun juga. Tanpa air manusia, hewan dan tanaman tidak akan dapat hidup. Setiap makhluk hidup sangat membutuhkan air sebagai kebutuhan pokok. Tidak terkecuali manusia yang membutuhkan air dalam kehidupannya untuk keperluan rumah tangga (minum, memasak, mencuci),  pertanian, perikanan, industri (proses,  bahan baku), pemadam kebakaran, sarana rekreasi, sarana transportasi, energi (steam, air)  dan lain-lain.
2.2 Sumber Air Baku
Air banyak digunakan untuk kebutuhan kehidupan perlu diketahui asal sumbernya, hal ini berguna untuk perencanaan penampungan, perlakuan (penjernihan), pemindahan dan distribusi, sehingga sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kehidupan dan industri dapat digolongkan sebagai berikut :

2.2.1 Air Tawar.
Air tawar dapat digolongkan menjadi 3 (tiga) yaitu:

2.2.1.1 Air Permukaan.
Merupakan air baku utama bagi produksi air minum di kota-kota besar. Sumber air permukaan dapat berupa air sungai, air danau, mata air, waduk, empang, kolam dan air dari saluran irigasi. Maka kemungkinan air ini dapat mengalir lebih-lebih di musim hujan. Air akan membawa dan melarutkan benda-benda sekitarnya bahkan membawa sisa industri, sehingga mengakibatkan pencemaran.

Kapasitas air permukaan dipengaruhi musim, misalnya saat musim hujan kapasitas akan bertambah dan saat musim kemarau kapasitasnya akan berkurang . Sifat kimiawi dari air permukaan tergantung dari mana asal air tersebut. Khusus untuk air laut yang merupakan sumber air permukaan yang sangat besar (2/3 dari permukaan bumi) dan tidak ada habis-habisnya, sehingga untuk kebutuhan air dimasa yang akan datang air laut merupakan sumber air alternatif yang dapat dimanfaatkan.

2.2.1.2 Air Tanah.

Dalam materi kuliah Utilities di kemukakan bahwa air tanah merupakan sumber air yang berbentuk sumur (deep well), tetapi kadangkala mereka dapat langsung keluar ke atas tanah tanpa pengeboran (air sumber) sehingga air tersebut kandungan mineralnya akan berbeda-beda, tergantung sifat tanah sekitarnya. Sumur dapat berupa sumur dangkal (kedalaman 5 – 20 meter) atau sumur dalam (deep well) dengan kedalaman rata-rata 250 meter.
Air tanah yang bersumber dari mata air biasanya jauh lebih jernih dan bersih bila dibandingkan dengan air sungai dan air laut, terutama mata air didaerah yang jauh dari perindustrian. Sifat kimiawi air tanah sangat dipengaruhi oleh daerah yang dilaluinya atau jenis-jenis batuan yang ada dalam tanah tersebut.

2.2.1.3 Air Hujan.
Air hujan merupakan sumber air yang sangat penting bagi daerah yang tidak memiliki atau hanya memiliki sedikit sumber air tanah maupun air permukaan. Air hujan berasal dari awan yang mengembun dan jatuh diatas bumi. Tentu saja sering kotor dan mengandung gas-gas seperti CO2, oksigen, nitrogen, debu dan senyawa  lain yang kemudian mengembun dan jatuh ke bumi setelah melalui media udara sehingga dia bersifat asam.




2.2.2 Air Laut.
Air laut merupakan sumber air yang tak terhingga jumlahnya( 2/3 dari permukaan bumi), akan tetapi karena air laut merupakan kumpulan dari berbagai sumber air, dan pengaruh penguapannya, maka kandungan mineralnya amat tinggi terutama garam dapur ( NaCl ) dan karena sifat basa yang amat tinggi maka kesulitan dalam berbagai hal untuk bermacam-macam kebutuhan ( air minum, air industri ).
2.3 Standar air bersih
            Standar mutu air minum atau air untuk kebutuhan rumah tangga ditetapkan berdasarkan peraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor : 01 / birhukmas / I / 1975 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum. Standar baku air minum tersebut disesuaikan dengan standar internasional yang ditetapkan WHO. Standarisasi kualitas ait tersebut bertujuan untuk memelihara, melindungi, dan mempertinggi derajat kesehatan masyarakat, terutama dalam pengolahan air atau kegiatan usaha mengolah dan mendistribusikan air minum untuk masyarakat umum.
Dengan adanya standarisasi tersebut dapat dinilai kelayakan pendistribusian sumber air untuk keperluan rumah tangga. Kualitas air yang digunakan sebagai air minum sebaiknya memenuhi persyaratan secara fisik, kimia, dan mikcrobiologi.Secara fisika air yang berkualitas baik harus memenuhi persyaratan berikut :
a. jernih atau tidak keruh
b. tidak berwarna
c. rasanya tawar
d. tidak berbau
e. temperaturnya normal
f. tidak mengandung zat padatan



Persyaratan kimia
Kualitas air tergolong baik bila memenuhi persyaratan kimia sebagai berikut :
a. pH normal
b. tidak mengadung bahan kimia beracun
c. tidak mengandung garam atau ion-ion logam
d. kesadahan rendah
e. tidak mengandung bahan organik


Persyaratan mikrobiologis
Persyaratan mikrobiologos yang harus dipenuhi oleh air adalah sebagai berikut :
a. Tidak mengandung bakteri patogen, misalnya bakteri golongan coli, salmonellatyphi, vibrio chlotera, dan lain-lain. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air (transmitted by water).
b.Tidak mengandung bakteri nonpatogen, seperti actinomycetes,      phytoplankton coliform, cladocera, dan lain-lain.
2.4 Kebutuhan Air Bersih Menurut Jumlah Penduduk
            Setiap wilayah atau daerah tentunya memiliki jumlah penduduk yang berbeda-beda, ada yang memiliki jumlah penduduk yang relative padat dan ada pula yang memiliki jumlah penduduk yang relative sedikit. Dari perbedaan jumlah penduduk itu pula kebutuhan terhadap air akan berbeda-beda pula.Perbedaan kebutuhan air tesebut dapat di lihat dari table berikut ini :






Tabel 2.4.1 Kebutuhan air bersih berdasarkan jumlah penduduknya
Jumlah Penduduk
(    X 10.000 Jiwa )
Kebutuhan Air
( Liter/Jiwa/Hari )
Kurang dari 1
1 - 5
5 - 10
10 – 30
30 – 100
Lebih dari 100
150 – 300
200 – 350
250 – 400
300 – 450
350 – 500
Lebih dari 400
Sumber : Materi Perkuliahan UTILITIES Smester III STT MIGAS Balikpapan.

Perhitungan air minum di Perkantoran dan Perumahan, dihitung berdasarkan konsumsi harian rata-rata per orang ( secara terperinci ):
- Kantor, pemakaian rata-rata per hari                                    = 100 ltr/karyawan
- Laboratorium, pemakaian rata-rata per hari                          = 150 ltr/karyawan
- Rumah sakit, pemakaian rata-rata per hari                            = 650 ltr/pasien
- Gedung bioskop, pemakaian rata-rata per hari                     = 10 ltr/orang
- Toko (super market), pemakaian rata-rata per hari               = 3 ltr/orang
- Perumahan, pemakaian rata-rata per hari                              = 250 ltr/orang
- Sekolahan, pemakaian rata-rata per hari                               = 50 ltr/murid
- Tempat rekreasi/olahraga                                                      = 10 ltr/orang             
- Tempat peribadaan                                                               = 10 ltr/orang 
- Penginapan/dormitory/mess                                           = 250 ltr/orang
- Pabrik ( karyawan shift pabrik )                                           = 80 ltr/orang




BAB III
METODE PENELITIAN
Bab ini membahas mengenai metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian yang meliputi metode pengumpulan data dan metode analisis data.

Penelitian adalah usaha menemukan dan mengembangkan serta menguji suatu pengetahuan yang dilakukan dengan metode ilmiah (Sutrisno Hadi, 2004: 4). Jadi metode penelitian adalah sebagai suatu cara yang harus ditempuh dalam suatu penelitian untuk mencapai tujuan.
Tujuan umum dari penelitian adalah untuk memecahkan masalah yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam setiap melaksanakan langkah tersebut harus dilakukan secara obyektif, rasional dan menghindarkan cara berfikir yang mengarah coba-coba ( trial and error ).Adapun metode penelitian yang kami gunakan yaitu :
3.1 Kualitatif
            Langkah awal yang kami ambil untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan kualitas air bersih di balikpappan maka kami menggunakan metode  pengumpulan data secara observasi dan documentasi yaitu dengan terjun langsung ke lapangan, dengan demikian kami dapat mengetahui  kualitas air bersih di Balikpapan yang kemudian kami analisis menggunakan metode study  literatur dan penelaahan teori-teori dari buku-buku referensi.
3.2 Populasi dan Sampel
3.2.1 Populasi
Dalam suatu kegiatan baik yang bersifat ilmiah maupun yang bersifat sosial, perlu dilakukan pembatasan populasi dan cara pengambilan sampel. Sampel yang diambil unsur-unsurnya harus representatif artinya dapat mewakili keseluruhan dari populasi.

Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian yang terdiri dari manusia dan benda ataupun peristiwa sebagai sumber data yang memiliki  karakteristik tertentu dalam penelitian (Sugiyono, 2002: 55). Populasi adalah keseluruhan wilayah individu, obyek, gejala atau peristiwa untuk suatu generalisasi atau suatu kesimpulan yang dikenakan (Sutrisno Hadi, 2004: 53). Dalam penelitian ini populasinya kami bagi menjadi dua,yaitu popolasi A yaitu masyarakat Balikpapan yang mengkonsumsi air PDAM dan populasi B masyarakat yang mengkonsumsi air sumur bor.

3.2.2 Sampel

Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2002: 109). Menurut Sutrisno Hadi, tidak ada ketetapan mutlak berapa persen suatu sampel harus diambil dari populasi (Sutrisno Hadi, 2004: 81). Sampel yang digunakan dalam peneitian ini adalah sampel dari dua kelompok populasi yaitu lima rumah warga yang mengkonsumsi air PDAM dan lima rumah warga yang mengkonsumsi air sumur bor.

            Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling, yaitu pengambilan sampel dengan cara acak sederhana melalui daftar bilangan random, sehingga setiap elemen populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi anggota sampel yang akan diteliti (J. Supranto, 2000).

3.3 Sumber Data
            Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subjek darimana data dapat diperoleh. Dalam hal ini peneliti mengguanakan dua sumber data yaitu:

3.3.1 Data primer
            Data primer adalah data yang di peroleh langsung dari kegiatan lapangan dalam hal ini berkaitan dengan kondisi air bersih di Balikpapan.
3.3.2 Data sekunder 
            Data Sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari objek yang diteliti. Data ini diperoleh dari literatur, majalah dan dokumen yang diperlukan untuk penyusunan penelitian ini.

3.4 Metode Pengumpulan Data

Di dalam suatu penelitian, metode pengumpulan data merupakan suatu faktor yang penting, karena perhitungan diperoleh dari data yang didapatkan dalam penelitian.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

3.4.1 Metode Kuesioner ( Angket )

Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto, 2002: 128).

Dalam penelitian ini kuesioner (angket) yang digunakan sebagai metode utama untuk memperoleh data yang diberikan kepada warga yang mengkonsumsi air PDAM dan warga yang mengkonsumsi air sumur bor.




Metode angket digunakan karena lebih praktis dan dapat dibagikan secara serentak kepada responden. Selain itu instrumen atau angket dapat dijawab oleh responden menurut kecepatannya masing-masing dan bagi semua responden diberi pertanyaan yang sama.

3.4.2 Metode Dokumentasi

Yaitu digunakan untuk mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya (Arikunto, 2002: 135). Metode ini dipilih untuk memudahkan peneliti dalam memperoleh informasi yang diperlukan, karena data yang diambil berupa kualitas air di Balikpapan..












BAB IV
HASIL PENELITIAN

4.1  Gambaran Umum
4.1.1 Deskripsi Tempat Penelitian
                    Balikpapan adalah salah satu kota di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 946 kmA dan berpenduduk sebanyak 601.392 jiwa. Letak Astronomis Balikpapan berada antara 1,0 LS - 1,5 LS dan 116,5 BT - 117,5 dengan luas sekitar 50.330,57 Ha atau sekitar 503,3 KmA. Komposisi penduduk Kota Balikpapan sangat heterogen meliputi hampir seluruh suku yang ada di Indonesia, baik dari Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Jawa, Sumatera,dan Kalimantan sendiri. Penduduk asli Balikpapan sendiri adalah Pasir Balik yang hampir punah dan terpencar didaerah Kecamatan Balikpapan seberang. Penduduk Kota Balikpapan umumnya berbahasa Indonesia dan sedikit yang mempergunakan bahasa daerah.
                    Kontur tanah di Balikpapan yang berbukit-berbukit membuat tidak seluruhnya masyarakat mendapatkan pasokan air bersih dari PDAM sehingga banyak warga yang mengandalkan sumur bor sebagai pasokan air bersih. Sehingga dalam hal ini peneliti membagi daerah penelitian berdasarkan pasokan air bersih yaitu daerah yang mengkonsumsi air PDAM dan daerah yang mengkonsumsi air sumur bor.
4.1.2 Kawasan Pengkonsumsi PDAM
Peneliti mengambil sampel di kawasan pengkonsumsi PDAM yang beralamatkan di Jl. MT Haryono, RT. 24 Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Selatan yang terdiri dari lima rumah warga yang kami ambil secara acak.

4.1.3        Kawasan Pengkonsumsi Air Sumur Bor

            Untuk Populasi B peneliti mengambil sampel di kawasan di kawasan Jl. Joko Tole RT. 44  Kelurahan Sumber Rejo Kecamatan Balikpapan Tengah dimana mayoritas masyarakatnya mengkonsumsi air sumur bor untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih.
4.2 Kualitas Air Bersih di Balikpapan
            Sifat fisik air dapat dianalisis secara visual dengan pancaindra. Misalnya keruh atau berwarna dapat langsung dilihat, bau dapat dicium aromanya dan rasa dapat dirasakan dengan lidah. Penilaian tersebut tentu bersifat kualitataif, misalnya bila tercium bau yang berbeda maka rasa airpun berbeda. Atau bila warna berwarna merah maka bau yang dicium sudah dapat tertebak juga. Cara ini dapat digunakan untuk menganalisis ai secara sederhana karena sifat-sifat air saling berkaitan.

Analisis kualitas air dapat dilakukan di laboratorium maupun secara sederhana. Pemeriksaan sederhana mempunyai keuntungan karena murah dan mudah sehingga setiap orang dapat melakukannya tanpa memerlukan bahan-bahan yang mahal.
            Dalam hal ini kami menggunakan analisis sederhana untuk mengetahui kualitas air di Balikpapan. Berdasarkan sumbernya spesifikasi air di Balikpapan kami bagi menjadi dua, yaitu air sumber PDAM dan air sumur bor.
4.2.1 Kualitas Air Baku Waduk Manggar
            Berdasarkan informasi yang kami dapat air waduk manggar Balikpapan Kalimantan Timur masuk katogori golongan III (eutrophic) atau air untuk tambak ikan, sehingga air waduk manggar tidak layak konsumsi secara langsung bagi manusia. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan air, menurutnya konsumsi manusia harus standar I atau oligotrophic.

            Hasil analisa laboratorium ( Lab. PDAM  ) diketahui tidak ada kandungan oksigen terlarut air Waduk Manggar. Selain itu terdapat zat besi (18,27 mgl), bakteri (2.400 mgl) dan feal coliform (2.400 mgl).


4.2.2 Kualitas air PDAM
            Berdasarkan kuisioner yang kami sebarkan pada  masyarakat yang mengkonsumsi air PDAM, mayoritas masyarakat berpendapat bahwa air bersih yang berasal dari PDAM memiliki kualitas yang cukup baik. Namun ada beberapa masyarakat yang menyatakan bahwa air PDAM tekadang kurang memuaskan, kadang kadang  berbau dan sebagainya. Adapun pendapat masyarakat mengenai kualitas air PDAM dapat di lihat dari table berikut.
Tabel 4.2.2.1 data  sampel spesifikasi air PDAM
Spesifikasi Air
A
B
C
D
E
Jernih


-

-
Keruh
-
-
-
-
-
Berwarna
-
-
-
-

Berasa
-
-
-
-

Berbau
-

-
-

Temperatur normal ( 20 – 26OC  )





Kandungan Zat Padatan

-
-

-
Kandungan Sulfur
-
-
-
-


Sumber : Hasil Penelitian air PDAM
           





4.2.3        Kualitas Air Sumur Bor
            Kualitas air sumur bor masih di bawah standar, hal ini banyak di kemukakan oleh masyarakat yang tinggal di Jl. Joko Tole RT. 44 Kelurahan Sumber Rejo Kecamatan Balikpapan Tengah. Mereka menyadari akan kondisi tersebut namun tak banyak yang bisa mereka lakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Untuk mengetahui kondisi air sumur bor yang meraka konsumsi dapat kita lihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.2.3.1 Data  sampel spesifikasi air sumur bor
Spesifikasi Air
A
B
C
D
E
Jernih
-

-
-
-
Keruh

-



Berwarna

-



Berasa



-

Berbau
-

-


Temperatur normal ( 20 – 26OC  )





Kandungan Zat Padatan

-
-

-
Kandungan Sulfur



-


Sumber : Hasil Penelitian air sumur bor.







BAB V
PEMBAHASAN PENELITIAN

5.1 Kualitas  Air  yang  Memenuhi  Standar
          Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat kita  simpulkan bahwa air yang  memenuhi standar air bersih berdasarkan peraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor : 01 / birhukmas / I / 1975 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum yaitu air PDAM hal ini jelas karna PDAM memiliki system pengolahan air ( Water Treatment Plant ). Namun terkadang kualitas air PDAM turun akibat beberapa faktor yang tak terduga, Seperti Bencana alam, kerusakan berdasarkan peraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor : 01 / birhukmas / I / 1975 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum pada alat pengolahan air, dan sebagainya. Untuk memasok air bersih kepada masyarkat PDAM Balikpapan mengandalkan air baku Waduk Manggar yang kualitasnya tergolong rendah yaitu masuk katogori golongan III (eutrophic) atau air untuk tambak ikan, Sehingga dalam pengolahannya memerlukan teknologi yang tinggi dan biaya yang tinggi pula. Biaya yang tinggi berpengaruh terhadap pendistribusian air, akibatnya pendistribusian air di Balikpapan  tidak merata.
5.2 Rendahnya Kualitas Air Sumur Bor
Kualitas air sumur bor masih di bawah standar air bersih. air sumur di Balikpapan tidak layak konsumsi, karena kandungan zat besinya sangat tinggi, selain itu air berwarna kekuningan, berbau serta kandungan sulfurnya sangat tinggi, hal ini bisa di amati secara kasat mata dimana peralatan dapur yang tebuat dari besi lebih cepat berkarat, terbentuknya lumut-lumut kuning pada bak mandi, serta adanya endapan pada dasar bak mandi merupakan indikasi bahwa air memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi. Keadaan ini terjadi karna air sumur yang di kelolah oleh masyarakat tidak di olah terlebih dahulu. Meski air sumur sebagian tidak layak dikonsumsi, penduduk memanfaatkan air sumur ini untuk mencuci piring, mencuci pakaian, dan kebutuhan sehari-hari lainnya.
Banyak penduduk yang terpaksa memanfaatkan air yang kurang bagus kualitasnya. Tentu saja hal ini akan berakibat kurang baik bagi kesehatan masyarakat pada jangka pendek, kualitas yang kurang baik dapat mengakibatkan muntaber, diare, kolera, tipus, atau disentri. Hal ini dapat terjadi pada keadaan sanitasi lingkungan yang kurang baik. Bila air tanah dan air permukaan tercemari oleh kotoran, secara otomatis kuman kuman tersebar ke sumber air yang dipakai untuk keperluan rumah tangga. Dalam jangka panjang, air yang berkualitas kurang dapat mengakibatkan penyakit keropos tulang, korosi gigi, anemia, dan kerusakan ginjal. Hal ini terjadi karena terdapatnya logam logam yang berat yang banyak bersifat toksik (racun) dan pengendapan pada ginjal (Kusnaedi, 2002)

5.3 Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Air
            Kualitas air sangat di pengaruhi oleh lingkungan, sehingga lingkungan yang sangat dekat dengan sumber air baku perlu di jaga. Turunya kualitas air baku di Balikpapan di sebabkan oleh :
·         Pengikisan lahan di derah sumber air baku
·         Aktivitas penduduk  sekitar yang tidak menjaga kualitas air
·         Pencemaran pada anak sungai yang bermuara di waduk manggar.
                         

 

                                                                                                           

BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
            Berdasarkan data-data yang telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya maka dapat di simpulkan :
1.      Kualitas air PDAM sudah memenuhi standar air bersih, namun dalam pendistribusiannya masih tidak merata sehingga banyak masyarakat yang terpaksa menggunakan air bermutu rendah.
2.      Kualitas air Sumur Bor sangat rendah, dengan kata lain air sumur tidak layak untuk konsumsi.

6.2 Saran
            Dari penelitian yang telah di lakukan maka peneliti memberikan beberapa saran yaitu :
1.      Untuk PDAM :
Perlu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya meningkatkan pendistribusian sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tepaksa menggunakan air dengan mutu rendah.

2.      Untuk Masyarakat :
Untuk masyarakat yang terpaksa mengkonsumsi air sumur perlu menggunakan filter atau membuat system pengolahan air terlebih dahulu sebelum di konsumsi meski hanya sederhana namun bisa meningkatkan kualitas air.
                   
BAB VII
DAFTAR PUSTAKA

Algifari. 2000. Analisis Regresi. Edisi II. Yogyakarta: Liberty.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Margningrum, Dyah. 2007. Sumber daya air dan lingkungan: potensi, degradasi, dan masa depan‎.jakarta:LIPI

Sudjana. 1996. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
Sugiyono. 2002. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
Warsa,Iketut.2009.Materi Perkuliahan STT-MIGAS BALIKPAPAN_Water.
http://www.tempointeraktif.com

















LAMPIRAN











LEMBAR WAWANCARA
Tempat Penelitian          :
Data/Tanggal                  :
1.      Dari mana sumber air yang Bapak/Ibu Konsumsi ?                  
PDAM                                                        Sumur Bor
2.      Bagai mana kondisi air yang Bapak/Ibu Konsumsi ?
Baik                             Cukup Baik                 Kurang Baik               
3.      Apakah air yang Bapak/Ibu Konsumsi Berbau ?
Ya                               Tidak
4.      Apakah air yang Bapak/Ibu Konsumsi Berasa ?
Ya                               Tidak
5.      Apakah air yang Bapak/Ibu Konsumsi keruh ?
Ya                               Tidak
6.      Apakah air yang Bapak/Ibu Konsumsi berwarna ?
Ya                               Tidak
7.      Apakah air yang Bapak/Ibu Konsumsi jernih?
Ya                               Tidak
8.      Apakah air yang Bapak/Ibu Konsumsi mengandung ZAT Padatan ?
Ya                               Tidak
9.      Apakah air yang Bapak/Ibu Konsumsi mengandung sulfur, misalnya di kamar mandi lantai,keran, bak mandi, ember menjadi kuning seperti berkarat ?
Ya                               Tidak
10.  Bagaimana Harapan Bapak/Ibu kedepan mengenai air bersih ?
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar